PENELITIAN HARI PERTAMA PESANTREN NURMEDINA

Foto disamping adalah salah satu ruangan pengajian pesantren nurmedina. “Nama Nur Medina diharapkan dapat menjadi spirit dakwah seperti keberhasilan dakwah Rasulullah saw dengan hijrahnya beliau ke Madinah. Hijrah Nur Medina berarti hijrah dari situasi yang kurang baik menjadi lebih baik atau lebih spesifiknya adalah siapapun yang belajar di Nur Medina diharapkan akan menjadi manusia yang cerdas, disiplin, berkarakter, berkepribadian dan berakhlakul karimah, sehingga nama Nur Medina identik dengan keinginan membangun peradaban baru yang lebih baik yang dilandasi oleh al-Qur’an.”
Harapan mulia beliau akhirnya mulai mendapatkan titik terang. Di hari ketiga istikharah  beliau, Ustadz H. Endang kedatangan tamu dari Solo (Jawa Tengah) yaitu H. Sugondo dan istrinya Hj. Ninik Mulyani. Mereka yang tidak lain adalah teman seperjalanan haji beliau pada tahun 2005, berusaha untuk bersama-sama merealisasikan harapan Ustadz H. Endang mencari tempat pengajian yang lebih mencukupi. Dengan izin Allah, melalui salah seorang wali satri yaitu Ibu Kartini, ustadz Endang membeli tanah milik H. Muhamin atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan H. Semu di Jalan Cabe 3, RT. 004 RW. 004 Pondok Cabe Ilir seluas 170 m2.
Awal tahun 2008, pembangunan tempat pengajian barupun dimulai. Tempat yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak ruang gerak, manfaat dan kelayakan bagi para santri. Dalam prosesi pembangunan tersebut, Ustadz H. Endang akhirnya dapat menambah lagi 86 m2 disekitar area pembangunan. Kemudian dalam kurun waktu yang relatif tidak lama, Ustadz H. Endang mendapat dukungan dari Bapak H. Jodi dan Bapak Agus Darsono untuk membeli lagi tanah tersisa yang masih kosong dengan luas 300 m2. Lengkaplah area pengajian baru yang diharapkan.
Pembangunan tempat pengajian baru berlangsung selama kurang lebih satu tahun dan pada bulan Mei tahun 2009, area baru inipun resmi ditempati. Klasikal pengajianpun semakin terkondisi. Nama Majelis Ta’lim Nur Medina semakin dikenal disana-sini, hingga beberapa santri meminta izin kepada ustadz Endang untuk menambah jam pengajian al-Qur’an dengan mulai ikut tinggal bermukim di Majelis Ta’lim. Santri-santri tersebut adalah Sukardi Hasan, Zaenal Abidin, Nurul Khotimah, Mustaqimah Ubaidillah dan Sri Rahayu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesantren Nurmedina

ARTIKEL PESANTREN AL QUR-AN NURMEDINA

PENELITIAN LANJUTAN PESANTREN NURMEDINA