Postingan

ARTIKEL PESANTREN AL QUR-AN NURMEDINA

Gambar
PROFIL LEMBAGA PESANTREN AL-QUR’AN NUR MEDINA A.            Sejarah Pesantren al-Qur’an Nur Medina Disadari atau tidak, pengaruh lingkungan dalam pembentukan karakter seseorang sangatlah dominan. Banyak studi kasus menjelaskan seseorang yang awalnya mempunyai karakter yang baik, setelah hidup dalam lingkungan yang kurang baik, lambat laun terkontaminasi dan pada akhirnya mengikuti arus yang ada. Seseorang sebagai pelaku kriminalitas lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan yang tidak bersahabat, pengaruh media atau perlakuan teman sekelilingnya. Maka dari itu dibutuhkan lembaga atau komunitas yang bisa berperan menjamin pendidikan yang baik bagi generasi penerus bangsa. “Lembaga pendidikan seperti pesantren, kini diakui oleh banyak kalangan sebagai lembaga pendidikan yang mampu membentuk dan mengembangkan kepribadian ( personality development ) dan membangun karakter ( character building ) generasi bangsa.” Hal ini sangat ...

PENELITIAN LANJUTAN PESANTREN NURMEDINA

Gambar
Foto Ustadz H.Endang Husna Hadiawan beserta santri Putra dan santri Putri.bersama . Sebagai wujud kecintaan beliau pada dakwah melalui al-Qur’an, maka mulai tahun 2009 inilah, translokasi Majelis Ta’lim juga diikuti dengan transfigurasi nilai dan ideologi. Pengajian yang pada awalnya diadakan ba’da maghrib, kemudian ditambah lagi ba’da isya’ dan ba’da shubuh. Kegiatanpun semakin banyak dan bervariasi. Maka dengan terus berkembangnya pengajian di tempat baru ini, Ustadz H. Endang, para guru dan masyarakat setempat menyepakati untuk menjadikan Majelis Ta’lim sebagai pesantren yang kemudian dikenal dengan Pesantren Al-Qur’an Nur Medina. Dalam proses perkembangan pendidikannya tidak hanya masyarakat sekitar Pondok Cabe saja yang menikmati pengajaran al-Qur’an yang diterapkan, melihat tata letak yang sangat strategis berdampingan dengan beberapa institusi perguruan tinggi maka pesantren al-Qur’an Nur Medina juga semakin banyak didatangi oleh para calon mahasantri dari berbagai kota dan ...

PENELITIAN HARI PERTAMA PESANTREN NURMEDINA

Gambar
Foto disamping adalah salah satu ruangan pengajian pesantren nurmedina.  “Nama Nur Medina diharapkan dapat menjadi spirit dakwah seperti keberhasilan dakwah Rasulullah saw dengan hijrahnya beliau ke Madinah. Hijrah Nur Medina berarti hijrah dari situasi yang kurang baik menjadi lebih baik atau lebih spesifiknya adalah siapapun yang belajar di Nur Medina diharapkan akan menjadi manusia yang cerdas, disiplin, berkarakter, berkepribadian dan berakhlakul karimah, sehingga nama Nur Medina identik dengan keinginan membangun peradaban baru yang lebih baik yang dilandasi oleh al-Qur’an.” Harapan mulia beliau akhirnya mulai mendapatkan titik terang. Di hari ketiga istikharah  beliau, Ustadz H. Endang kedatangan tamu dari Solo (Jawa Tengah) yaitu H. Sugondo dan istrinya Hj. Ninik Mulyani. Mereka yang tidak lain adalah teman seperjalanan haji beliau pada tahun 2005, berusaha untuk bersama-sama merealisasikan harapan Ustadz H. Endang mencari tempat pengajian yang lebih mencukupi. De...

PENELITIAN HARI KE EMPAT PESANTREN NURMEDINA

Gambar
Foto disamping adalah foto pimpinan pondok pesantren beserta santri putri.  Research and Development Pesantren Nurmedina 1.     Santri Putra Nurmedina A.   Kegiatan 1.       Menghafal Surat Pilihan dan Ayat Pilihan 2.       Pelatihan Imam Sholat Wajib 3.       Pelatihan Khutbah 4.       Pelatihan Tahsinul Qur’an 5.       Pelatihan ceramah dan cerita hikmah 6.       Pelatihan Tarjamah Al-Qur’an 7.       Penguasaan materi surat dan ayat pilihan (termasuk mengambil hikmah didalamnya) 8.       Kebersihan pesantren 9.       Masak dan makan berkah 10.   Olahraga bersama 11.   Kegiatan kemasyarakatan (mengajar alQuran mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua)zazaq,k   12.   Tahlil dan tadarus...

PENELITIAN HARI KETIGA DI PESANTREN NURMEDINA

Gambar
Foto di samping adalah salah satu kegiatan pesantren yaitu menghafal Al-qur'an . Kegiatan pengajian hafalan al-Qur’an yang ada di Pesantren Nur Medina ini  bersifat wajib diikuti bagi oleh seluruh mahasantri, akan tetapi berangkat dari berbedanya latar belakang santri yang masuk dengan kemampuan membaca al-Qur’an yang berbeda pula maka setoran hafalan tidak bersifat wajib akan tetapi sebagai anjuran bagi semua santri, karena nanti akan dipilah mana mahasantri yang sudah layak pada jenjang menghafal dan mana mahasantri yang masih membutuhkan bimbingan baca al-Qur’an. Pesantren Nur Medina dengan kegiatan hafalan al-Qur’an seperti pesantren hafalan lain mempunyai ciri khas atau karakteristik tersendiri yakni “Berwawasan Wirausaha”, dari seluruh mahasantri yang bermukim di pesantren beberapa telah membuka berbagai usaha dan bisnis untuk menambah skil yang dimiliki, pengasuh sendiri mendukung penuh usaha mahasantri dalam mentradisikan berwirausaha, misalnya ada mahasantri yang usah...